Siswi Dipaksa Lepas Bra sebelum Ujian Nasional, Orang Tua Murka, Polisi Turun Tangan

WAJIB BACA - Lima orang telah ditangkap karena diduga memaksa siswa peserta seleksi masuk perguruan tinggi untuk melepas bra mereka sebelum memasuki lokasi ujian.

Dilansir Mirror.co.uk, Kamis (21/7), tiga di antara pelaku bekerja untuk agensi yang disewa oleh Badan Pengujian Nasional (NTA) dan dua bekerja untuk Institut Teknologi Informasi Mar Thoma di Kerala, India, lokasi terjadinya insiden itu.

Seorang gadis berusia 17 tahun yang hendak mengikuti National Eligibility Entrance Test (NEET) pertamanya mengalami trauma akibat perbuatan para pelaku, klaim ayahnya.

NEET sendiri adalah seleksi nasional bagi warga India yang ingin masuk sekolah kedokteran.

Sang ayah telah melapor polisi dan mengatakan bahwa putrinya berpakaian sesuai aturan dalam buletin NEET yang sama sekali tidak menyebutkan tentang pakaian dalam.'

Ayah korban mengatakan kepada salah satu stasiun TV lokal bahwa tak lama setelah putrinya memasuki area ujian, dia dan sang istri yang menunggu di mobil mendapat telepon yang meminta mereka untuk datang ke gerbang.

"Ketika kami sampai di gerbang, kami melihat putri kami menangis. Dia mengatakan bahwa dia dan gadis-gadis lain diminta untuk melepas sebagian pakaian dalam mereka dan meminta selendang untuk dipakai selama tes", lanjutnya.

Sang ibu memberikan selendangnya kepada putrinya dan dia kembali ke dalam. Namun, begitu ujian selesai, putri mereka masih sangat tertekan dan dia memberi tahu mereka apa yang telah terjadi.

Ayah salah satu korban mengatakan ada ruangan yang penuh dengan bra di salah satu sudut aula tempat ujian nasional tersebut berlangsung

Sumber Mirror

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Anak perempuan yang tidak disebutkan namanya itu mengatakan kepada orang tuanya bahwa salah satu pengawas, kebanyakan dari mereka laki-laki, mengatakan bahwa dia harus melepas bra atau tidak bisa ikut ujian.

Sang ayah mengatakan ada ruangan yang penuh dengan pakaian dalam wanita. Dia tidak dapat membayangkan betapa tidak nyamannya mereka semua, terutama dikelilingi oleh siswa laki-laki.

"Putri saya telah mempersiapkan ujian NEET sejak kelas 8. Kami yakin dia akan mencapai peringkat yang baik dalam ujian tetapi karena masalah ini dia tidak dapat berkonsentrasi dan tidak dapat menulis ujian dengan benar," lanjutnya.

Menteri Pendidikan Tinggi Kerala R. Bindu mengatakan tindakan tersebut tidak dapat diterima.

“Kami akan menyampaikan kekecewaan kami atas apa yang terjadi pada Pusat dan Badan Pengujian Nasional,. lembaga pemerintah pusat yang menyelenggarakan ujian masuk lembaga pendidikan,”

Komisi Hak Asasi Manusia Negara Bagian Kerala telah memerintahkan penyelidikan atas insiden tersebut. 

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel