Tiga Remaja SMP Bakar Kaki Bocah Delapan Tahun, Kesal Kaki Luka Akibat Dilempar Beling
Kondisi kaki kiri bocah berusia delapan tahun di Pasar Rebo, Jakarta Timur yang dibakar oleh teman sendiri.
WAJIB BACA - Seorang bocah berusia delapan tahun mengalami luka berat di bagian kaki kiri.
Ini menjadi pengalaman pahit bagi bocah berinisial A itu.
A mengalami luka bakar di bagain kaki karena tiga remaja SMP, yakni D, AS, dan R, membakar kaki kiri A.
Peristiwa itu terjadi di RW 010 Kelurahan Gedong, Pasar Rebo, Jakarta Timur.
Kakak sepupu korban, Giri Audita (23) mengatakan hal tersebut terungkap dalam proses mediasi yang digelar di rumah ketua RT setempat, Selasa (29/3/2022).
Ketika itu keluarga korban sempat menanyakan secara langsung kepada ketiga pelaku yang masih duduk di bangku SMP terkait kronologis peristiwa saat proses mediasi.
"Saya tanya kenapa kamu ngelakuin kayak gini? Ternyata sudah berencana membakar. Tangkap A, tangkap A. Kita tangkap yuk kita bakar," kata Giri menirukan ucapan pelaku, Rabu (30/3/2022).
Ketika itu pelaku tidak terima usai terlibat saling dorong saat korban membeli jajanan martabak.
Pasalnya, A melempar serpihan beling ke arah pelaku hingga mengalami luka gores.
Pelaku yang tidak terima lalu pergi ke warung membeli kantong plastik kecil untuk digunakan sebagai wadah handsanitizer yang kemudian disiram ke kaki kiri korban dan disulut api.
"Seperti yang ada di video langsung dibakar gitu pakai handsanitizer," ungkap Giri.
Korek gas yang digunakan menyulut api pada kaki kiri korban juga sudah dipersiapkan sebelumnya.
Korban bisa memadamkan api setelah menyeret kaki kirinya di aspal hingga padam.
Giri menuturkan pihak keluarga tidak langsung melaporkan kasus itu ke Polres Metro Jakarta Timur, karena ketiga pelaku masih tetangga dan hanya berbeda wilayah RT.
Namun, tidak menutup kemungkinan membawa kasus tersebut ke ranah hukum pidana, bila dalam proses mediasi tidak menghasilkan jalan keluar penyelesaian masalah.
"Misalnya nanti dari pihak keluarga setelah saya sudah menulis pernyataan dan nggak terima mau melanjutkan ke jalur hukum ya it's ok. Enggak jadi masalah," ucap Giri.
Korban juga diketahui pernah menjadi korban penganiayaan pelaku saat masih mengenyam pendidikan di tingkat bimbingan minat baca dan belajar anak (Bimba).
"Pernah ditendang, dilakukan bullying sampai biru biru. Tapi ya namanya anak kecil wajarin aja lah. Cuman sekarang beda urusan dan pelakunya ini sama," tuturnya.
Apalagi keluarga dari dua pelaku belum ada menunjukkan itikad baik.
Sehingga keluarga rencananya akan melakukan pertemuan kembali untuk penyelesaian masalah.
"Kalau keluarga pelaku salah satunya emang sudah ada yang baik kayak (menawarkan agar korban) dibawa ke rumah sakit. Tapi korban ini memang tidak mau," ujarnya.
Sementara Camat Pasar Rebo Mujiono mengatakan pihaknya akan memberi penanganan medis atas luka bakar korban dan pendampingan psikologis untuk memulihkan traumanya.
Pendampingan psikologis ini perlu dilakukan karena korban yang masih duduk di bangku SD mengalami trauma akibat kaki kirinya dibakar oleh ketiga pelaku."Ada psikolog siaga di Puskesmas Kecamatan dan Sudin PPAPP (Pemberdayaan Perlindungan Anak dan Pengendalian Penduduk)," kata Mujiono.