Sosok Pelaku Pencabulan Bayi 18 Bulan di Jeneponto Terkuak, Abaikan Jerit Kesakitan Korban di Toilet

Pelaku tindakan asusila terhadap balita di Jeneponto ditangkap polisi, Kamis (17/3/2022)

WAJIB BACA - Terkuak sosok pelaku pencabulan bayi berusia 18 bulan di Kabupaten Jeneponto, Sulawesi Selatan.

Pelaku pencabulan tak manusiawi itu tak lain adalah kakek tiri dari korban, H (41).

H dihadirkan saat konferensi pers di aula Polres Jeneponto, Kamis (17/3/2022).

Memakai baju tahanan, H terlihat mengenakan penutup wajah berwarna hitam

Sehari sebelumnya, H menyerahkan diri ke Polres Jeneponto.

Diketahui kejadian pencabulan tersebut terjadi pada hari Selasa 15 Maret 2022 silam.

"Terduga pelaku inisial H sebagai kakek tiri dari si Korban," ujar Kapolres Jeneponto, AKBP Yhuda Kesit Dwijayanto saat konferensi pers di aula Polres Jeneponto, Kamis (17/3/2022).

AKBP Yhuda Kesit Dwijayanto lalu menceritakan kronologi kejadian peristiwa pencabulan tersebut.

Awalnya korban menangis karena pakaian yang digunakan sedang basah.

Kemudian kakek tersebut mengambil dan membersihkan kotoran yang ada di badan si balita.

Saat membersihkan si kakek melalukan pencabulan sehingga mengakibatkan pendarahan.

"Saat korban dibersihkan didalam kamar kecil (toilet), si pelaku mencabuli korban," katanya.

Dari situlah si balita menangis kesakitan.

H mengabaikan tangisan bayi malang tersebut.

Ia kemudian kembali meletakan korban di atas ayunan.

Tangisan keras si bayi lalu didengar oleh tantenya

Tante korban melihat langsung si balita dan ia panik mengetahui kemaluan korban mengeluarkan darah.

Tante korban langsung melarikan bayi mungil tersebut ke Puskesmas kemudian dilarikan ke Rumah Sakit (RS) Lanto Daeng Pasewang (Latopas).

Setelah sampai di RS, dokter mengatakan bahwa bayi itu mendapatkan perlakukan yang tidak senonoh.

Kemudian keluarga korban melapor ke polisi dan meminta kepolisi agar segera menangkap dan memberikan hukuman yang setimpal terhadap pelaku.

Korban Harus Dioperasi

Kepala UPT Perlindungan Perempuan dan Anak Sulawesi Selatan, Meisy Papayungan membeberkan kronologi pencabulan itu bisa terungkap.

Meisy Papayungan mengatakan semula bayi tak berdosa itu sedang tertidur di atas ayunan.

Tiba-tiba tante korban, mendengar bayi itu menangis histeris.

Sang tante lalu memeriksa kondisi bayi tersebut.

Betapa terkejutnya ia, melihat keponakannya buang air kecil bercampur darah.

"Awalnya karena keluarga mengantarkan anak ini untuk mendapatkan pengobatan di rumah sakit," ucap Meisy Papayungan saat menjadi narasumber di Apa Kabar Indonesia, pada Rabu (16/3/2022).

"Menurut keteranga keluarga, korban menangis dan kemudian dicek oleh tantenya, anak ini pipis dan bercampur darah,"

"Keluarga kaget dan segera mengantarkan ke rumah sakit," imbuhnya.

Setibanya di RSUD Latopas Jeneponto, dokter menilai luka di alat vital bayi tersebut tak wajar.

Akhirnya dokter RSUD Latopas Jeneponto melaporkan penemuannya ke pihak polisi.

"Nah di rumah sakit luka seperti itu, dianggap dokter tidak wajar untuk alasan jatuh," kata Meisy Papayungan.

"Sehingga pada hari Minggu, berkoordinasi dengan pihak kepolisian," imbuhnya.

Meisy Papayungan menjelaskan pihaknya dan Dinas Pemberdayaan Perempuan langsung mendatangi bayi tersebut, setelah mendapatkan informasi terkait dugaan pemerkosaan.

"Pada hari yang sama tante korban langsung memposting ke media sosial, sehingga berita itu tersebar," kata Meisy Papayungan.

"Setelah kami mengetahui informasinya, tim kami turun bekerja sama dengan Dinas Pemberdayaan Perempuan," imbuhnya.

Meisy Papayungan mengatakan bayi itu selama ini diasuh oleh ayah dan keluarganya.

Pasalnya ibu bayi malang tersebut merantau ke luar kota, dan pergi meninggalkan korban.

"Jadi korban ini memang tinggal dengan ayah dan neneknya," ujar Meisy Papayungan.

"Ibunya sendiri keluar kota dan meninggalkan anak ini,"

"Jadi anak ini diasuh oleh ayah dan keluarga ayahnya," imbuhnya.

Terkait sosok pelaku yang tega merudapaksa bayi tersebut, hingga saat ini masih diselediki polisi.

"Masih didalami pihak kepolisian," ucap Meisy Papayungan.

"Kepolisian akan berusaha mengungkap kasus ini," imbuhnya.

Lalu, Meisy Papayungan mengatakan karena luka di alat vital bayi itu sangat parah sehingga harus menjalani operasi.

"Korban kemarin sudah dirawat dan menjalani tindakan operasi," kata Meisy Papayungan.

"Saat ini mulai pemulihan, baru proses hukumnya dilanjutkan," imbuhnya.

Meisy Papayungan menjelaskan saat ini polisi sedang memeriksa sejumlah saksi.

"Polres sedang kerja, meminta keterangan saksi, semoga keterangan saksi bisa mengarah siapa tersangka dalam kasus ini," ucap Meisy Papayungan.

Gubernur Sulsel Ikut Prihatin

Kabar dugaan pelecehan yang menimpa bayi 18 bulan sudah terdengar di telinga Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel), Andi Sudirman Sulaiman.

Ia menyampaikan rasa prihatinnya atas kasus ini.

"Kami meminta agar aparat penegak hukum segera menangkap pelaku kejahatan seksual pada anak. Ini kejahatan yang sangat tidak manusiawi terhadap anak di bawah umur," kata Andi, dikutip dari Kompas.com.

Ia pun menginstruksikan agar Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan KB (DP3A PPKB) Provinsi Sulawesi Selatan melakukan pendampingan terhadap korban.

Gubernur pun menginstruksikan tim Andalan Sulsel Peduli untuk mendampingi sekaligus memberikan bantuan kepada korban.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel