Innalillahi, Foto Pemakaman Artis Multitalenta Ini Dihadiri Bimbim Slank, Almarhumah Pergi ke Hutan Demi Anaknya yang Terjerumus Narkoba

Kepergian artis multitalenta Titi Qadarsih dikenang oleh mantan anggota Slank. Titi sempat pergi ke hutan demi anaknya yang terjerumus narkoba.

WAJIB BACA - Artis multitalenta Titi Qadarsih meninggal dunia setelah berjuang melawan kanker usus yang sudah lama dideritanya. Foto pemakaman artis pemilik nama lengkap Siti Qadarsih binti M Sardjan ini dihadiri oleh Bimbim Slank. Almarhumah sempat pergi ke hutan demi anaknya yang terjerumus narkoba.

Dunia hiburan Tanah Air berduka. Titi Qadarsih meninggal dunia pada Senin (22/10/2018). Titi meninggal pada pukul 12:00 WIB saat perjalanan pulang menuju rumahnya. Titi menghembuskan napas terakhirnya pada usia 73 tahun.

Selama berkarir di dunia hiburan, artis senior kelahiran Kediri, Jawa Timur, 22 Desember 1945 tersebut dikenal sebagai aktris yang multitalenta. Bukan hanya dikenal sebagai pemain film papan atas, Titi Qadarsih pun kerap dikenal sebagai peragawati, penari dan seorang penyanyi. Sejak 1974, Titi Qadarsih pun aktif melakukan kegiatan senam yang kini memiliki 30 cabang di berbagai kota di Tanah Air.

Selama hidup, Titi Qadarsih dikenal lewat berbagai keahliannya di dunia hiburan, mulai dari bermain film, bernyanyi, menari, hingga peragawati. Titi memulai debutnya dalam film pada tahun 1966 melalui film Hancurnya Petualang. Selain itu ia juga tergabung dalam Teater Koma, serta pernah berduet dengan penyanyi solo Gombloh.

Kanker usus merupakan penyebab wafatnya wanita berusia 73 tahun tersebut. Anak sulung Titi Qadarsih menceritakan bagaimana kronologi detik-detik kepergian sang ibunda.

"Mama sakit dari bulan puasa kemarin, terakhir itu menurut dokter itu kanker usus sudah stadium empat," ucap Indra Chandra Setiadi atau akrab disapa Indra Q saat ditemui di rumah duka di Cinangka, Sawangan, Depok, Jawa Barat, Senin (22/10/2018).

Indra mengatakan bahwa Titi sudah beberapa bulan terakhir menjalani perawatan intensif. "Kami sudah mulai pengobatan itu sekitar dua bulan lah. Terakhir intensif itu dua minggu di Rumah Sakit Fatmawati," ucap Indra yang merupakan personel band BIP dan eks keyboardist Slank ini.

Indra mengaku tak menyangka. Sebab, sebelumnya ia tak merasakan firasat apa pun. "Makannya sudah agak susah. Tapi kan memang mama lincah banget ya. Kami enggak pernah tahu ya, akhirnya cara mama pulang ya begini," ungkap Indra.

"Iya pas di mobil tadi, jadi kan memang kita nginap di hotel kemarin karena begitu pas mau ke mobil kan mesti naik kursi roda dan saya gendong dulu, pas saya gendong mama udah mulai nggak sadar," beber Indrai.

Saat itu, Indra Chandra Setiadi sempat bertanya keinginan sang ibunda yang tampak sangat lemah. Akhirnya, saat sang ibunda akan dibawa ke kediamannya, para perawat sudah tak sanggup menyampaikan tekanan darah Titi Qadarsih.

"Mama mau apa sih? Mau minum ya? Udah nggak jawab, udah setengah-setengah nafasnya. Di situ saya mulai bingung tuh mau dibawa kemana, ke rumah sakit lagi apa ke rumah.

Terus kata istri saya, ya udah bawa ke rumah aja. Oh ya udah akhirnya kita naik mobil, pas di mobil saya tanya suster, memang ada suster kan, tekanan darahnya berapa sus? Susternya nggak bisa jawab," cerita Indra.

Detik itulah Indra Chandra Setiadi menyadari bahwa sang ibunda telah berpulang ke Yang Maha Kuasa. "Ya udah saya (ucap) Laa ilaha illallah, saya pegang kakinya dingin ya udah saya hubungin keluarga," cerita Indra lagi.

Jenazah Titi dimakamkan di TPU Tanah Kusir, Jakarta Selatan, Selasa (23/10/2018). Foto pemakaman artis multitalenta ini dihadiri oleh Bimbim Slank. Maklum, Indra Q dikenal sebagai sahabat Bimbim yang juga mantan kibordis Slank yang berjaya pada generasi 90an.

Bimbim Slank hadir di prosesi pemakaman Titi Qadarsih di TPU Tanah Kusir, Jakarta Selatan pada, Selasa (23/10/2018).

Terlepas dari karirnya yang mentereng di dunia hiburan Tanah Air, Titi Qadarsih ternyata mengalami masalah yang sangat berat dalam hidupnya.

Dalam acara Cerita Hati Episode 120 yang diunggah YouTube Kompas TV pada 1 April 2016 lalu, Titi Qadarsih membeberkan kisahnya ketika harus berjuang sendiri merawat anak pertamanya, Indra Qadarsih yang terjerumus ke dalam dunia narkoba.

Indra Qadarsih atau Indra Q dilahirkan dengan nama Indra Chandra Setiadi pada 1 April 1971 di Jakarta. Indra adalah putra dari artis Titi Qadarsih dan Yudho Salamun.

Indra pernah terlibat dalam album Uluwatu (Mojoe) sebagai Mixing Enginer (sound enginer) yang proyeknya digarap di Studio I.Q. Kamar Musik. Ia juga pernah ikut dalam proyek beberapa grup band yaitu J’Rocks, Dinar Band, Bunglon dan lain-lain. Karena ia adalah pemain keyboard piawai yang bermarkas di Jalan Potlot.

Awal mula Indra mulai mengenal lingkungan Potlot ketika ia sering latihan di studio sewaan milik Bimbim. Kepiawaian Indra membuat Bimbim tertarik. Perlahan keduanya mulai mengenalkan musik-musik rock pada Indra. Mulailah ia diajak main bareng Slank.

Saat pertama main di Slank honor yang didapatnya sebesar 80 ribu Rupiah, sebagai musisi tanggung honor itu jelas cukup besar. ”Ya…paling nggak dalam sebulan gue punya penghasilan sebesar itu” kata pria ini. Akhirnya tahun 1989 ia masuk Slank.

Tapi sayang pada tahun 1996 saat akan menggarap album keenam, "Lagi Sedih", Indra tidak lagi terlibat. Indra di keluarin dari Slank. Selepas dari Slank ia kemudian meniti karier menjadi Sound Enginer di Studio Hijau milik Anang.

Grup bandnya masa SMA, Chivas (dibentuk bareng Pay dan Almarhum Andy Liany) pernah berhasil menjadi juara pertama pada Festival Djarum Music Contest tingkat DKI. Lalu membentuk BIP dengan 2 orang mantan anggota Slank yaitu Bongky dan Pay.

Selain sebagai musisi yang aktif bermain di panggung, Indra Qadarsih juga dapat disebut salah satu produser hingga engineer terbaik di Indonesia. Mulai dari Soundtrack Film, Jingle beberapa brand, hingga banyak musisi ternama yang mempercayakan karyanya diproduksi oleh Indra Qadarsih.

Terbukti dari banyaknya penghargaan yang sudah beliau dapatkan. Ditambah lagi dengan teknik produksi anti mainstream yang digemparkan oleh Indra Qadarsih, yaitu AntiStudio.

Kesibukan Indra Qadarsih menjadi player dan produser tidak menghalanginya untuk membuat bahkan mengulik suatu karya lainnya. Dengan latar belakang pendidikan fisika yang Indra Qadarsih miliki, ia mengulik lebih lanjut sinergi antara musik dan fisika, dan hingga akhirnya memutuskan bersama Andewe Azal menciptakan karya bernama Oxytron yang diklaim sebagai musik multifungsi.

Di balik suksesnya bermusik, Indra Q sempat terjerumus dalam dunia narkoba. Itu sebabnya, demi merawat anaknya, Titi Qadarsih mengaku, ia sampai harus mengasingkan diri dari dunia luar. Bukan hanya pindah rumah, selama dua tahun ia pun menutup akses untuk berkomunikasi dengan orang lain, termasuk keluarganya sendiri.

"Saya kemudian mengorbankan semua yang sudah pernah saya lakukan, saya tutup buku. Dua tahun itu saya tuh pindah rumah di tempat yang terkucil, terpencil, tidak ada listrik," tutur Titi Qadarsih.

"Hanya ada telpon rumah, itu pun kita putus dan tidak ada hubungan dengan tetangga karena the only one house di sudut, jadi 3/4 dari rumah itu adalah hutan, pepohonan," lanjutnya.

Menurut Titi Qadarsih, hanya itu satu-satunya jalan baginya untuk menolong sang anak agar keluar dari jurang narkoba. "Itu pilihan saya, tidak ada jalan lain karena semua jalan sudah tertutup, tidak ada kata sembuh untuk narkoba," kata pemain Madre tersebut.

Baginya, hanya dengan kasih sayang tulus seorang ibu terhadap anak yang mampu memberikan kesembuhan bagi anak yang sudah terlanjur berkenalan dengan narkoba.

"Hanya dengan kasih sayang, sentuhan tangan kemudian kita memegang telapak tangan kita ke ubun-ubun anak kita, kita sentuh dengan pelukan dan tidak dengan kata-kata yang keras, tidak dengan tendangan dan makian. Hanya itu yang bisa menyembuhkan dan saya percaya itu," tandas Titi Qadarsih.

Indra Q sendiri mengungkapkan bahwa sang ibunda merupakan sosok yang menakjubkan. Semasa hidupnya, Titi Qadarsih mengajarkan dan mengenalkan sosok sang pencipta.

"Mama tuh ibu yang hebat, manifestasi Tuhan di muka bumi ini ya dari seorang ibu. Kita mengenal Tuhan, ya dari sosok ibu. Dan Allah mengasihi kita ya dari seorang mama yang hebat banget," ungkap Indra.

Melalui sang ibu, dirinya merasa dekat dan mengenal Tuhan. "Karena gimana lagi saya bisa rasakan rahman dan raahimnya sang pencipta kalo bukan dari ibu sndiri, surga di bawah telapak kaki ibu ya memang disitu," ungkap Indra Chandra Setiadi.

Selain itu, Indra Chandra Setiadi mengungkapkan sang ibunda adalah sosok wanita yang mandiri dan tak pernah menyulitkan orang lain

"Mama tuh bukan tipe pengeluh sih, mama itu tipe ibu yang kuat ibu yang tegar, jadi bukan tipe yang ngerepotin, meninggalnya gampang banget Alhamdulillah tadi di mobil. Alhamdulilah kemaren ini saya dan adik saya diberikan waktu untuk bisa berbakti yang terakhir untuk ibu saya, Alhamdulillah," tandas Indra Q.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel