DETIK-DETIK Penyelamatan Irfan dari Mulut Buaya yang Menyeretnya ke Muara, Kini Nyawanya Sudah Tiada

Tribun Jabar/Andri M Dani

Ilustrasi buaya muara

WAJIB BACA - Suasana duka masih menyelimuti keluarga bocah berusia 7 tahun di Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), Nusa Tenggara Timur (NTT).

Anak yang bernama Irfan Bria, meninggal dunia setelah mengalami luka parah akibat gigitan buaya.

Sebelumnya, korban diterkam buaya saat sedang mencuci kaki.

Ia sempat berhasil diselamatkan dari mulut buaya, dengan susah payah.

Nahas, ia menghembuskan napas terakhirnya saat menjalani perawatan medis.

Peristiwa itu terjadi di Desa Tuafanu, Kecamatan Kualin, TTS, Jumat (4/2/2022).

Kondisi korban mengenaskan pasca dicabik-cabik buaya.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, kronologi penyelamatan Irfan dari mulut buaya berlangsung dramatis.

Menurut Kapolsek Kualin Ipda Eko Warso, awalnya Irfan bersama pamanya Alfin berboncengan sepeda motor pergi mencari ikan pada Jumat (4/2/2022) sekitar pukul 13.30 Wita.

Saat tiba di Muara Sunagai Ela, Alfin langsung mencari ikan. Sedangkan korban duduk santai di pinggir muara.

Sekitar pukul 16.00 Wita, Alfin mengajak korban untuk pulang. Irfan bergegaske tepi muara untuk mencuci kaki.

Bersamaan dengan itu, Alfin mengambil sepeda motor yang terparkir beberapa meter dari Muara Sungai Ela.

Sesaat kemudian, Alfin mendengar teriakan korban minta tolong. Dia langsung menengok dan mendapati Irfan sudah diterkam buaya.

Alfin berusaha menolong korban dengan melemparkan tali pancing ke arah korban.

Irfan sempat memegang tali pancing namun karena terkaman buaya sangat kuat membuat tali pancing terlepas dari tangannya.

Buaya membawa korban ke pinggir muara. Alfin kembali berusaha menolong Irfan dengan menggunakan sebatang kayu, tapi korban tetap berada dalam gigitan buaya.

Alfin tidak kehilangan akal. Dengan mengendarai sepeda motor, dia bergegas memberitahukan Ahi Tofel Bessie, ayah Irfan.

Keduanya bergerak menuju Muara Sungai Ela. Saat tiba, Alfin dan Tofel mengambil sebatang kayu.

Buaya yang mengigit Irfan berada di tepi muara sungai. Sejurus kemudian, Tofel meraih tangan Irfan, lalu Alfin memukul kepala buaya.

Pukulan itu membuat buaya melepas Irfan dari mulutnya. Kemudian Alfin dan tofel membawa korban ke Puskesmas Kualin.

"Akan tetapi saat memasang infus, korban menghembuskan nafas terakhir," ujar Eko Warso.

Ia mengimbau masyarakat tidak mencari ikan di Muara Ela karena lokasi itu ada banyak buaya.

Menurutnya, pihak kepolisian bersama pemerintah telah memasang papan informasi berisi larangan Awas Ada Buaya. Hal itu dengan tujuan agar warga memperhatikan dan selalu waspada terhadap buaya.

Alami luka parah

Sementara itu dalam video yang diterima POS-KUPANG.COM pada Selasa (8/2/2022), Irfan mengalami luka serius pada kaki dan tubuh.

Dalam video berdurasi 30 detik itu, Irfan tampak terbaring di tempat tidur tanpa busana. Wajahnya pucat pasi.

Dia dikelilingi sejumlah orang yang diduga anggota keluarganya.

Kapolres TTS AKBP I Gusti Putu Suka Arsa melalui Kapolsek Kualin Ipda Eko Warso membenarkan bahwa peristiwa itu terjadi di Desa Tuafanu Kecamatan Kualin Kabupaten TTS.

"Kejadian korban diterkam buaya pada Jumat 4 Februari 2022 lalu."

"Kemudian setelah korban berhasil diselamatkan, keluarga langsung membawa korban ke Puskesmas Kualin guna mendapat pertolongan medis," jelas Eko Warso ketika dikonfirmasi via telepon dari Kupang, Selasa.

Menurut Eko Warso, kondisi korban kritis akibat gigitan buaya sehingga nyawanya tidak tertolong.

Ia menjelaskan, ketiadaan dokter di Puskesmas Kualin membuat keluarga membawa jenazah Irfan Bria ke Puskesmas Kolbano untuk dilakukan visum sebelum dibawa pulang ke rumah duka.

Pada Sabtu (5/2/2022), pihak keluarga melaksanakan upacara penguburan jenazah Irfan Bria.

Artikel ini telah tayang di Pos-Kupang.com dengan judul Kronologi Bocah TTS Dicabik-cabik Buaya Saat Sedang Cuci Kaki, Upaya Penyelamatan Dramatis

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel